Sebut Pelanggaran Serius, Ferdinand Desak Gubernur Jakarta dan Jabar Dinonaktifkan hingga Reshuffle Menko Mahfud

Senin, 16 November 2020 20:18

Politikus Ferdinand Hutahaean

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politikus Ferdinand Hutahaean meminta pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera menonaktifkan dua gubernur, yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Pasalnya, dua kepala daerah itu katanya terbukti membiarkan pelanggaran aturan protokol kesehatan. Di mana dalam dua kegiatan Habib Rizieq di Jakarta dan Jabar, ribuan orang berkerumun.

“Pak Presiden, Gub. DKI Jakarta dan Gub. Jawa Barat sudah layak di non aktifkan dgn pelanggaran serius ini. Kepala Daerah harusnya tegas memimpin penanggulangan pandemi covid, terlebih negara kita baru jd contoh olh WHO, kini dirusak. Non Aktifkan @aniesbaswedan dan @ridwankamil,” tegas Ferdinand di akun Twitternya, Senin (16/11/2020).

Mantan kader Partai Dmeokrat itu pun menyebutkan keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi di Indonesia. Karena itu, seorang kepala daerah tak boleh taku terhadap seseorang atau sekelompok ormas.

“Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi. Tapi konyolnya, ada Gubernur yang malah datang menghadap kepada pelaku pelanggar protokol kesehatan ke lokasi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan. Bukannya menindak, malah datang menghadap. Gubernur konyol..!!,” sebutnya.

Tak sampai di situ, Direktur Eksekutif EWI itupun mengaungkan tagar #NonaktifkanAnies. “Non Aktifkan Gub Jakarta.!!,” ungkapnya.

Dia juga menungkit pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang pernah berjanji akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggar protokol kesehatan.”Halah bacotmu Nies..!!” tulisnya smebari menautkan link berita soal ketegasan Anies.

Bagikan berita ini:
5
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar