Sebut Sahabat Ulama, Tengku Zulkarnain: TNI Bukan Alat Penggebuk Rakyat dan Pelanggeng Kekuasaan

Senin, 16 November 2020 14:23

Ilustrasi Prajurit TNI-- FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wasekjen Mejelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain menyoroti pidato Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto yang meminta masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Ustad yang akrab dipanggil Tengku Zul itu membagikan tautan berita berjudul “Kumpulkan Lima Jenderal Perang, Panglima TNI Kirim Sinyal Peringatan ke Habib Rizieq?”.

Menurut Tengku Zul, TNI merupakan pelindung dan penjaga NKRI, bukan penggebuk rakyat dan pelanggeng kekuasaan.

“TNI selama ini adalah pelindung NKRI sekaligus penjaga bangsa dan negara, shahabat Ulama dan Rakyat Indonesia,” kata Tengku Zul dalam postingannya di akun Twitter @ustadtengkuzul, Senin (16/11).

“TNI bukan alat penggebuk rakyat dan bukan alat pelanggeng kekuasaan. Hidup TNI degan Sapta Marganya,” sambungnya.

Menurut Tengku Zul, ulama dan rakyat Indoesia siap bersama-sama dengan TNI menjaga NKRI.

“Kami rakyat Indonesia, Umat Islam, dan segenap murid murid kami siap bersama TNI membela dan menjaga NKRI dari ancaman China Komunis, Kapitalis, Separatis dan lain-lain yang merongrong NKRI. Merdeka!,” imbuhnya.

Tengku Zul mengingatkan bahwa rakyat yang berbeda pendapat dengan penguasa tidak boleh dianggap sebagai pemberontak.

“Berbeda pendapat dengan rezim penguasa bukan dan tidak boleh dianggap pemberontak. Selama tidak melanggar hukum & UUD 1945 kritik dijamin di negara ini,” jelasnya.

“NKRI adalah negara Demokrasi, bkn negara Komunis Diktator seperti Korea Utara. Rakyat dan Penguasa wajib taat hukum dan sama kedudukan,” tandas Tengku Zul.

Komentar


VIDEO TERKINI