Titi Purwaningsih: Saya WhatsApp Kepala BKN Tidak Ditanggapi, Padahal Sudah Mereka Baca

Senin, 16 November 2020 13:14

Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih menagih hak-hak PPPK. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I), Titi Purwaningsih mengungkapkan informasi hoaks makin gencar beredar di grup WhatsApp Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Bahkan berita hoaks yang tersebar dibuat seperti berisi kabar gembira sehingga honorer K2 yang lulus PPPK hasil rekrutmen Februari 2019 dengan begitu mudah percaya informasi tersebut. Para honorer K2 ini tidak melihat lagi apakah berita tersebut baru atau lama.

Dia mencontohkan pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana yang menyatakan, masa kerja honorer K2 akan diperhitungkan dalam penetapan standar gaji awal PPPK.

Padahal itu informasi yang disampaikan pada Januari 2020. “Sekarang di bawah sikonnya lagi kacau balau dan galau. Kalau ada berita yang sekiranya sedikit membuat senang tidak dilihat itu berita lama atau baru,” kata Titi kepada JPNN.com, Senin (16/11).

Kondisi tersebut, lanjutnya, lantaran ada kesedihan mendalam yang dirasakan honorer K2 yang lulus PPPK. Kesedihan itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata apalagi CPNS 2019 sudah pemberkasan dan sebentar lagi menerima SK.

Titi mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain meminta sabar. Apalagi, upayanya bertanya pada pemerintah pusat tertutup.

“Saya sudah WhatsApp kepala BKN dan Plt Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tidak ditanggapi. Padahal pesan saya sudah mereka baca,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
2
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar