Beda Perlakukan Polisi ke Habib Luthfi dan Habib Rizieq, Musni Umar: Hukum Harus Adil

Selasa, 17 November 2020 20:22

Habib Lutfi dan Habib Rizieq (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Prof Musni Umar menanggapi perlakuan diskriminasi polisi terhadap Habib Rizieq Shihab dan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, padahal keduanya mendatangkan kerumunan.

“Kenapa ini tidak ditindak, tidak pakai masker, tidak jaga jarak. Tegakkan hukum dengan benar dan adil,” ungkap Profesor Musni Umar menanggapi video Kliwonan Habib Luthfi yang dihadiri ribuan orang di Pekalongan.

Dalam cuitan itu, Profesor Musni Umar ikut memposting ulang video Habib Luthfi berisi Kliwonan di Pekalongan yang digelar pada 16 Oktober 2020 lalu.

“Kalau Wantimpres mah kebal hukum. Jangan harap aparat berani bubarkan apalagi minta denda segala,” cuit akun @RestyLeseh membuat judul pada video yang sudah viral di Twitter itu.

Profesor Musni Umar melanjutkan, keadilan harus ditegakkan kepada semua orang tanpa pandang bulu, karena keadilan akan menghadirkan kenyamanan, keamanan dan kedamaian.

“Anies, Gubernur DKI sudah diundang Polda Metro Jaya untuk klarifikasi tentang kerumunan massa di Petamburan,” katanya lagi.

“Kapan Gubernur Jabar diundang klarifikasi dan Gubernur Banten. Juga Gubernur Jateng kerumunan massa di Solo. Kita dukung penegakan hukum secara adil,” jelasnya.

Selain video Habib Luthfi, Rektor berkumis ini juga mengunggah video kerumunan massa di Wakatobi, Sulteng.

Kerumunan massa ini terkait Pilkada 2020, dimana dalam video itu, massa bergoyang dangdut dalam rangkaian pilkada di sana.

Seperti diketahui, Kliwonan Habib Luthfi bin Yahya atau Wantimpres Jokowi di Pekalongan, 16 Oktober 2020 lalu, dihadiri ribuan orang. Tak terlihat jaga jarak dan pakai masker dalam acara itu.

Video ini diunggah di You Tube oleh akun MT Darul Hasyimi Jogja. Video ini berdurasi 2 jam 36 menit. Video ini dibuatkan judul Kliwonan 16 Oktober 2020.

Hingga Selasa (17/11/2020), video ini sudah ditonton 30.367 orang atau views.

Dalam panduan acara di video itu disebutkan atau dituliskan Kliwonan Wantimpres, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Tanggal 16/10/2020.

Hingga Selasa (17/11/2020), tidak ada tindakan polisi terhadap Kliwonan yang tak pakai masker dan menjaga jarak ini.

Sementara kegiatan Maulid Nabi dan akad nikah putri keempat Habib Rizieq di Petamburan, sudah dalam proses pemanggilan pihak terkait oleh Polda Metro Jaya.

Termasuk pemanggilan kepada Habib Rizieq sebagai tuan rumah hajatan.

Dan juga pemanggilan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai kepala daerah di wilayah tersebut.(ral/pojoksatu)

Komentar