Dirjen Akui Temui Rusdi Masse di Hotel

Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse dan istri Hj Fatmawati

Dugaan Gratifikasi Impor Buah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dugaan pengaturan kuota impor buah kian meruncing. Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengakui ada pertemuan di Hotel Pacific Place.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi IV DPR RI, kian membuka tabir proses kuota impor hortikultura. Termasuk, dugaan pengaturan izin dan kuota buah yang akan diimpor. Kemarin, giliranDirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto mendapat giliran untuk memberi penjelasan di hadapan anggota DPR.

Jalannya rapat cukup panas. RDP berlangsung hampir empat jam. Maklum, informasinya sejumlah importir diduga mendapat keistimewaan penerbitan kuota dan izin impor. Sementara importir meradang karena pengajuan izinnya tertahan berbulan-bulan hingga sekarang.

Ada tiga pengusaha atau importir yang disebut-sebut mendapat keistimewaan. Masing-masing Adie Putra, Eddy Simon dan Helbeth Sakti. Nama terakhir, Helbeth disebut punya jaringan luas di Kementan dan Kemendag. Di Kementan disebut dia masuk lewat Nasdem. Disebut-sebut dibantu anggota Komisi IV, Ahmad Ali dan anggota Komisi III, Rusdi Masse.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan mengatakan, dugaan permainan impor hortikultura ini menurutnya harus dibuka transparan. Apalagi disebut-disebut ada anggota Komisi IV yang terlibat. Seperti diketahui, saat ini Ahmad Ali ditempatkan di Komisi IV. Sebelumnya, ia bersama RMS di Komisi III.

“Gara-gara ada anggota Komisi IV disebut, kami kena getahnya. Kita semua dipanggil menghadap fraksi,” bebernya. Saat dipanggil di fraksinya, ia mengaku diinterogasi soal pengaturan kuota impor hortikultura. Padahal soal dugaan pengaturan kuota, sama sekali tidak diketahui. Ada permainan atau tidak.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR