DKPP: Makassar 10 Tahun Terakhir Tidak Ada yang Mencuat Pemimpinnya

Selasa, 17 November 2020 11:19

'Ngetren Media: Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dan Media di Hotel Four Points Makassar, Senin (16/11/2020) malam.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) Didik Supriyanto mengatakan kemenangan kotak kosong pada Pilkada Makassar 2018 lalu mencatatkan rekor tersendiri bagi penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia bahkan dunia.

“Belum pernah terjadi kotak kosong menang. Baik nasional maupun internasional. Makassar mencatatkan sejarah,” ungkap Didik Supriyanto dalam gelaran ‘Ngetren Media: Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dan Media di Hotel Four Points Makassar, Senin (16/11/2020) malam.

Dijelaskan Didik, fenomena ini semakin menegaskan bahwa masyarakat kota Makassar mayoritas kritis, spontan dan tidak mudah disetir.

Oleh karena itu dalam perhelatan pesta demokrasi tahun ini, kota Makassar sudah seharusnya memilih pemimpin terbaik demi kemajuan Kota Makassar. Kemenangan kotak kosong juga menjadi petunjuk bahwa partai politik harus mengusung kader terbaiknya, jangan asal-asalan.

Didik melanjutkan, Pilkada di beberapa daerah mampu menghasilkan pemimpin yang hebat, Walikota Surabaya, Tri Risma Maharini misalnya dipilih melalui pilkada langsung. Makassar juga tentu bisa memilih putra terbaiknya.

“Makassar harus punya pemimpin yang hebat. Kayaknya 10 tahun terakhir tidak ada yang mencuat pemimpinnya seperti Risma, Walikota Surabaya atau Hendi Walikota Semarang,” tegas Didik.

“Makassar harus mencontoh kota-kota lain. Harus menghasilkan pemimpin hebat. Medan, Palembang juga jadi hebat karena walikotanya hebat. Daya kritis warga Makassar ini yang nantinya menghasilkan pemimpin hebat disini. Saya yakin Makassar suatu saat punya walikota hebat,” pungkasnya.

Komentar