Dosen UMI Ajari Warga Pucak Maros Cara Pakai Pestisida dengan Benar

Selasa, 17 November 2020 18:45

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Desa Pucak di Kabupaten Maros merupakan salah satu desa binaan lembaga pengabdian kepada masyarakat (LPKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI). Desa ini termasuk wilayah kecamatan Tompobulu.

Pekan Lalu, tim dosen LpKm UMI turun langsung ke desa Pucak untuk melakukan pengabdian pada petani yang diketuai oleh Ikram Hardi, SKM, M.Kes dan Dr. A. Surahman Batara, SKM, M.Kes sebagai anggota tim.

Petani di Desa Pucak belum mengetahui dengan baik manajemen penyemprotan dan teknis penyemprotan yang sehat dan aman. Petani masih biasa ditemukan mencampur pestisida, tidak menggunakan sarung tangan, begitu pula pada saat penyemprotan, masih banyak petani yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan penyemprotan dengan melawan arah angin.

Begitu pula halnya dalam melakukan pemupukan, petani masih sering menggunakan tanggannya secara langsung tanpa menggunakan APD berupa sarung tangan dan masker.

Dampak dari melakukan dari kontak langsung tubuh dengan pestisida dan pupuk anorganil menimbukan gangguan kesehatan khususnya penyakit dermatitis kontak. Untuk itu tim pengabdian melakukan penyuluhan door to door mengenai penanganan dermatitis kepada petani.

Dosen LPKM UMI, Ikram Hardi menjelaskan bahwa petani berisiko untuk menderita penyakit dermatitis karena melakukan penyemprotan dan pemupukan dengan menggunakan pestisida. Pestisida yang mengandung lebih dari 800 bahan aktif seperti emulsifier, surfaktan, ataupun biosida dapat menyebabkan DKI ataupun DKA.

Lanjutnya, kulit tangan, kaki dan bagian leher atau area tubuh yang terbuka pada saat melakukan penyemprotan, menjadi lokasi terpaparnya pestisida pada petani. Penyakit kulit ini dikenal dengan penakit dermatitis kontak.

“Petani yang ditemui antusias bertanya mengenai penyakit dermatitis, mulai dari penyebab, pengobatan hingga cara pencegahan penyakit dermatitis,”ucapnya.

Untuk itu salah satu cara pencegahan penyakit dermatitis dengan menghindari kontak langsung pestisida dan pupuk anorganis dengan menggunakan alat pelindung diri seperti masker, kacamata, topi, baju lengan panjang, sarung tangan dan sepatu boot.

Terakhir, tim pelaksana pengabdian membagikan APD berupa masker dan sarung tangan kepada para petani untuk dapat dipergunakan dalam melakukan penyemprotan dan pemupukan tanaman.(wis/fajar)

Bagikan berita ini:
7
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar