HRS Perkuat Kubu Oposisi, Perebutan 01 Polri Memanas

Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) Gde Siriana Yusuf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pulangnya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dinilai mampu menambah semangat dan memperkuat kubu oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) Gde Siriana Yusuf. Menurutnya, HRS merupakan salah satu tokoh yang paling dikhawatirkan rezim pemerintah saat ini.

“HRS pulang nambah semangat oposisi, bikin @jokowi kuatir. Kuatir HRS pulang bangkitkan massa opossi, Istana nuntut loyalitas yang sudah dikasih jabatan,” kata Gde Siriana di akun Twitternya, Selasa (17/11/2020).

Bahkan kata Gde Siriana, pulangnya tokoh besar FPI itu membuat lingkaran istana memanas. Belum lagi, saling sikut untuk memperoleh jabatan masih terjadi antara para pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Relawan sulit digerakan. Selain gak ada duit, di Pilpres 2019 juga belum dapat hadiah. Elit memanas. Mendagri mantan Kapolri pun didesak tindak gubernur. Padahal kemarin-kemarin adem ayem saja meski Pilkada langgar prokes,” jelasnya.

Contoh perebutan jabatan, kata Gde adalah calon penerus Jenderal Polisi Idham Azis sebagai Kapolri.

Bahkan, imbas kegiatan HRS Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (Akpol 1988) dicopot. Posisinya langsung diganti oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Mohammad Fadil Imran (Akpol 1991).

“Ditariknya Kapolda Jatim yang juga Akpol 91 ini masuk DKI. Sebelumnya sukses melarang deklarasi KAMI di Surabaya, kini ujian hadapi bola panas HRS. Di sisi lain pertarungan kandidat Kapolri antara Akpol 88 dan 91 makin seru,” pungkasnya. (msn/fajar)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR