Ini Identitas TKI Sulsel yang Meninggal Misterius saat Ditahan di Jepang

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Malang nasib Ahmad Abdul Rahim semasa hidupnya di negeri orang. Pria yang berusia 52 tahun ini meninggal saat ditahan di ruang tahanan kepolisian Jepang.

Dia ditahan karena kedapatan tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi saat mengendarai kendaraan, di jalanan tempatnya bekerja sebagai TKI asal Sulsel, Indonesia.

Ahmad pun ditahan selama tiga bulan dan akan bebas pada 13 Oktober 2020. Namun sehari sebelum akhirnya hirup udara bebas, dia justru meninggal tanpa penyebab yang pasti.

Pihak keluarga sendiri kecewa dengan pemerintah Jepang, yang menganggap menyembunyikan penyebab kematian almarhum selama ditahan di balik jeruji besi.

"Sudah dimakamkan tanggal 21 Oktober kemarin di Bone. Tapi hasil terkait otopsinya tidak ada dari pemerintah Jepang," kata keluarga almarhum, Sukiman, Selasa (17/11/2020).

Pihaknya saat ini masih berharap uluran tangan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah untuk membantu mengungkap kematian almarhum yang misterius di ruang tahanan Jepang.

"Bahkan Pak Gubernur sudah janji untuk mengusut ini kasus. Sampai sekarang tidak ada kabar yang bisa diberikan kepada keluarga," katanya kepada Fajar.co.id.

Data dari pihak keluarga, korban merupakan ayah dari satu orang istri bernama Juliani, dan memiliki dua orang anak.

Almarhum merupakan pria kelahiran di Bone, 18 Agustus 1978, pekerjaan sebagai karyawan swasta, warga Pulau Lae Lae, Kelurahan Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Selama tinggal dan bekerja di Jepang, almarhum bermukim di sebuah distrik bernama Minato-Ku di Kota Nagoya-Shi, Aichi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan