Jenderal Idham Azis Copot 2 Kapolda, Neta S Pane Desak Jokowi Copot Kapolri

Selasa, 17 November 2020 14:38

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Kapolri Jenderal Idham Azis dari jabatannya.

Sebagaimana tindakan tegas yang dilakukan kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriady.

Demikian disampaikan Ketua Presidium IPW Neta S Pane saat dihubungi PojokSatu.id, di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

“Seharusnya, setelah kedua kapolda itu dicopot, presiden juga segera mencopot kapolri,” ujarnya.

Menurutnya, kerumunan massa atau pelanggaran protokol kesehatan itu terjadi terlebih dahulu.

Yakni saat massa pendukung Imam Besar Forum Pembela Islam (FPI) melakukan penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta.

“Pembiaran kerumunan massa itu sudah terjadi sejak Rizieq muncul di bandara Soetta. Kenapa saat itu kapolri tidak bertindak?” heran Neta.

Namun, kata Neta, Polri beserta jajarannya tidak bertindak tegas kepada pendukung HRS yang melanggar protokol kesehatan saat itu.

Akibatnya, hal serupa kembali terjadi. Yakni saat acara pernikahan putri HRS di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11).

Kemudian, lanjut Neta, kerumunan juga terjadi di Puncak Bogor, Jawa Barat.

Sementara, sambungnya, Kapolri Idham Azis baru bergerak setelah Jokowi berteriak agar tak membiarkan para pelanggar protokol kesehatan.

“Akibatnya, Rizieq mendapat angin hingga membuat kerumunan massa lagi di Petamburan dan di Puncak Bogor. Setelah Jokowi “teriak”, baru kapolri bertindak,” tandas Pane.

Komentar