Nurdin Abdullah Dialog dengan Pembudidaya Windu, Temukan Persoalan Pendangkalan Muara Sungai dan Stok Benur

Selasa, 17 November 2020 11:04

Nurdin Abdullah Dialog dengan Pembudidaya Windu

FAJAR.CO.ID, PINRANG, PEMPROV SULSEL — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah pada setiap kesempatan kerjanya, selalu berupaya untuk mengetahui persoalan yang ada di tengah masyarakat dari apa yang dialami dan dilaporkan langsung oleh mereka.

Termasuk saat melakukan panen udang windu di Desa Waetuoe, Kelurahan Lanrisang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Senin,16 November 2020.

Ia meminta petambak memberikan masukan serta apa yang perlu didukung oleh Pemerintah Provinsi. Ditemukan persoalan utama adalah muara saluran sungai yang mendangkal dan kualitas benur yang rendah dan belum mencukupi. Hal itu terungkap dari Ketua Komunitas Pemerhati Udang Windu (Kontinu) Indonesia, Syarifuddin Zain dan Ketua Pokdakan Cempae, Abdul Waris Mawardi

“Masalah muara kami, itu mengembangkan udang windu akan berkembang jika muara ini sudah terbuka, karena terus terang saja. Pada tahu 1995 kami belum ada muara Pak Gub, itu udang windu agak belum naik, pada tahun itu juga sudah ada pembukaan muara, muara sungai dibuka, langsung pada saat itu melonjak,” urainya.

Tetapi sejak tahun 2000 di Jampue, sudah ada 20 tahun sudah tertutup dan hanya memanfaatkan air sungai yang mengalir dari sungai saddang, dengan harapan air hujan dari Enrekang tidak meluap. Belum lagi jika memasuki musim kering kurang pasokan air. “Tapi kalau dia meluap bulan Januari, otomatis udang windu sudah tidak menghasilkan. Daerah yang pernah Pak Gub datangi waktu panen 2019 tahun lalu,” sebutnya.

Komentar