Pemanggilan Gubernur Anies Baswedan Dinilai Tak Wajar, Ini Kata Politisi Demokrat

Selasa, 17 November 2020 06:13

Anies Baswedan dan Habib Rizieq Shihab. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Politisi Demokrat Andi Arief menyebut pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya dipandang tak wajar soal kerumunan di kediaman Habib Rizieq.

Seperti diketahui, Anies Baswedan dipanggil Polda Metro pada Selasa (17/11) pukul 10.00 WIB di Ruang Unit Subditkamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Surat pemanggilan ini bernomor B/19925/XI/RS.124/2020/Ditreskrimum.

Pemanggilan Anies Baswedan ini untuk klarifikasi berkaitan dengan dugaan terjadinya peristiwa tindak pidana dengan tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan saat acara Maulid Nabi di kediaman Habib Rizieq di Petamburan.

Selain Maulid Nabi, acara di sana juga merupakan akad nikah putri keempat Habib Rizieq Shihab, Sabtu malam (14/11).

“Pemanggilan Anies Baswedan soal keramaian oleh polisi, tidak wajar,” ujar politisi Partai Demokrat, Andi Arief dalam cuitan akun Twitternya, Senin (16/11).

Dikatakan Andi, Anies Baswedan tidak bisa dipanggil Polda Metro Jaya karena posisinya sebagai kepala daerah berada di atas satuan kepolisian wilayah.

Kalaupun harus diklarifikasi, maka Anies hanya bisa dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Karena pertanggungjawaban Anies sebagai gubernur itu pertanggungjawaban politik. Karena jabatan politik, harusnya Mendagri yang berhak memanggil gubernur,” pungkasnya.

Selain Anies Baswedan, Habib Rizieq akan dimintai klarifikasi terkait acara pernikahan putrinya dan acara Maulid Nabi yang digelar akhir pekan lalu, yang dinilai melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Komentar