Terlibat Suap dan Gratifikasi, KPK Tahan Wali Kota Zulkifli Adnan

Selasa, 17 November 2020 19:59

ILUSTRASI. KPK

FAJAR.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah (ZAS). Dia ditahan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK), untuk Kota Dumai dalam APBN-P 2017 dan APBN 2018.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menyampaikan, Zulkifli ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur untuk 20 hari pertama. Dengan demikian, Zulkifli bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 6 Desember 2020.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan terhadap tersangka ZAS (Zulkifli Adnan Singkah) selama 20 hari terhitung sejak 17 November 2020 sampai dengan 6 Desember 2020, di Rutan Polres Metro Jakarta Timur,” kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).

Zulkifli telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2019 lalu. KPK menduga, Zulkifli telah memberikan suap sekitar Rp 550 juta kepada Yaya Purnomo selaku Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Ditjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan (Kemkeu) dan sejumlah pihak lain.

Alex menyebut, suap itu diberikan lantaran Yaya memuluskan tambahan anggaran DAK Kota Dumai dalam APBN Perubahan Tahun 2017 sebesar Rp22,3 miliar serta untuk memuluskan usulan DAK Kota Dumai tahun 2018.

“Penyerahan uang setara dengan Rp 550 juta dalam bentuk Dollar Amerika, Dollar Singapura dan Rupiah pada Yaya Purnomo dan kawan-kawan dilakukan pada bulan November 2017 dan Januari 2018,” ucap Alex.

Komentar