TKI Tewas Saat Ditahan di Jepang, Pemuda Pancasila Seruduk Kantor Konsuler

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Namanya Ahmad Abdul Rahim. Dia adalah seorang TKI yang mencari nafkah di Jepang. Sayangnya, dia meninggal tanpa sebab yang jelas.

Kematian warga asal Pulau Lae-lae, Makassar, Sulsel ini jadi misteri. Penyebab dia meninggal dunia di Negeri Sakura itu, membuat pihak keluarga dan ormas yang mengawal kasus ini menjadi curiga.

Diketahui, Ahmad meninggal dunia pada 12 Oktober 2020 lalu di ruang tahanan kepolisian Jepang, karena kedapatan mengendarai sepeda motor tanpa membawa Surat Izin Mengemudi (SIM).

Tiga bulan almarhum menjalani masa tahanan dan akan bebas pada 13 Oktober 2020, justru sehari sebelum bebas, Ahmad dinyatakan meninggal dunia oleh pemerintah setempat.

Kematian ayah dua anak ini pun seolah-olah disembunyikan oleh pemerintah di sana. Ketua Satuan Pelajar, Siswa, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Makassar, Husnul Mubarak kecewa dengan pemerintah di negara berjuluk Negeri Matahari Terbit itu.

Husnul dan rekan-rekannya sudah meminta penjelasan kepada pihak Konsuler Jepang di Makassar soal penyebab kematian almarhum. Namun pihak Konsuler justru menolak untuk dilakukan pertemuan langsung.

Rasa kecewa pun muncul. Sebagai kader ormas ternama, pihaknya kecewa atas sikap Konsuler Jepang yang seakan-akan tertutup soal kejadian yang sudah terjadi sebulan yang lalu dan infonya baru terdengar saat ini.

“Pihak Jepang hanya komunikasi lewat WA. Ini yang agak tidak masuk di akal. Dia tak menghargai budaya lokal Sulawesi,” kata Husnul, Selasa (17/11/2020).

Komentar


KONTEN BERSPONSOR