Ujang Komaruddin: Anies Tak Bisa Diberhentikan hanya Karena Itu

Selasa, 17 November 2020 11:50

Direktur Indonesia Political Review Ujang Komaruddin-- dok jawa pos

“Sejatinya yang harus mangggil Gubernur itu Mendagri atau Presiden. Karena Gubernur itu kan perwakilan pemerintah pusat di daerah,” ujarnya.

Sementara, pengamat politik Tamil Selvan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/11/2020), menyatakan, pemanggilan klarifikasi seharusnya membuat Anies Baswedan meningkatkan kehati-hatiannya.

“Saya melihat pencopotan Kapolda dan Kapolres ini sebagai sinyal. Dari sisi politik, Anies harus berhati-hati,” tegasnya dilansir dari RMOL, Selasa (17/11/2020).

Pasalnya, ia menilai bahwa pencopotan tersebut bisa saja berimbas pada pemberhentian sementara Anies sebagai Gubernur DKI.

“Sebab muaranya bisa ke arah pemberhentian sementara Gubernur DKI Jakarta,” kata Direktur Bidang Riset Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) ini.

Di sisi lain, ia menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memiliki cukup alasan memberhentikan sementara Anies Baswedan.

Terlebih, sampai saat ini, kurva penyebaran dan penularan Covid-19 di Ibukota masih terus meningkat.

“Kalau secara peraturan tentu akan diadopsi UU Penanganan Covid-19 dan peraturan terkait lainnya,” ujarnya.

Ditambah, Anies sendiri datang ke kediaman HRS, kendati itu sekedar pertemuan antar teman.

Akan tetapi, ulas pria yang akrab disapa Kang Tamil ini, kedatangan Anies itu bisa menjadi simbol persetujuan atas terjadinya kerumunan massa.

“Ini akan memberatkan bagi Anies,” imbuhnya.

Diakuinya, langkah pemanggilan Anies oleh Mabes Polri memang sebatas klarifikasi.

Komentar