Amalan yang Paling Dicintai Allah, Kisah Nabi Khidir dan

Rabu, 18 November 2020 14:15

FAJAR.CO.ID — Dalam Kitab Kisah Nabi Khidir karya Ibnu Hajar Asqalani diceritakan kisah pengajaran yang dilakukan Nabi Khidir kepada seorang ulama tabiin yang menjadi penasehat dan pendamping Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik (674-717) dari Bani Umayyah.

Raja’ bin Haiwah, ulama tabiin berkata: “Pernah pada suatu hari ketika saya berada di samping Raja Sulaiman bin Abdul Malik, tiba-tiba datang seorang lelaki tampan. Lelaki itu memberi salam kemudian kami jawab. Kemudian dia berkata: “Wahai Raja’, sesungguhnya telah diuji keimananmu ketika engkau dekat dengan lelaki ini (Raja Sulaiman). Kalau engkau dekat dengan dia, maka engkau akan celaka. Wahai Raja’, engkau mesti berbuat baik dan menolong orang-orang lemah.’

Ketahuilah wahai Raja’, siapa yang mempunyai kedudukan di kerajaan Sultan, lalu dia mengangkat hajat orang-orang lemah yang mereka tidak sanggup menyampaikannya, maka orang yang mengangkat atau menyampaikan itu akan menjumpai Allah Ta’ala pada hari kiamat dalam keadaan kedua tumitnya tetap ketika berhisab.”

Lelaki tampan itu melanjutkan pesannya, “Ketahuilah wahai Raja’ bahwa siapa yang menunaikan hajat saudaranya sesama muslim maka Allah Ta’ala akan menunaikan hajatnya. Dan ketahuilah wahai Raja’ bahwa amalan yang paling disukai Allah Ta’ala ialah amalan menyenangkan hati orang mukmin”.

Setelah menyampaikan pesan itu, tiba-tiba lelaki tampan itu menghilang. Ramai berpendapat bahwa yang datang memberi pengajaran itu ialah Nabi Khidir’alaihissalam (AS).

Komentar