dr Tirta Hudhi: Saya Ga Takut Kritik Anak Presiden Kalau Buat Kerumunan, Lha Emang Salah

  • Bagikan
dr Tirta Mandira Hudhi. Foto: ANTARA/Prisca Triferna

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Relawan Covid-19 dr Tirta Hudhi mengomentari banyaknya kerumunan akhir-akhir ini, yang menabrak aturan protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19.

Mulai dari penutupan Sarina, Jakarta Pusat yang memicu kerumunan, kalster baru di demonstrasi Omnibuslaw, kerumunan yang dibuat oleh massa Front Pembela Islam (FPI), hingga kerumunan Pilkada di Kota Solo yang dibuat oleh putra Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

dr Tirta mengatakan, pemerintah seharusnya tegas menegakkan protokol kesehatan. Termasuk ke anak Presiden sekalipun.

“Kalau mau bijak tegas, ayo tegas (kepada) semua. Jangan anak Presiden di Solo (kampanye tidak ditegur). Habib Rizieq tegur, semua harus ditegur,” tutur Tirta dalam Indonesia Laywers Club, Selasa (17/11)

Pernyataan Tirta menuai pujian dari sejumlah netizen di twitter, salah satunya akun @Techma_aditya. ”Keren, berani nyentuh anak presiden.. keren..,” tulisnya.

Sejurus kemudian, Tirta menegaskan melalui twitternya bahwa dia tak segan-segan mengkritik anak Presiden.

”Saya ga takut kok kritik anak presiden kalo buat kerumunan. Lha emang salah,” katanya.

Tirta mengatakan, dia sendiri posisi netral. Dia menceritakan, dia dicopot dari Satgas Covid karena dianggap melanggar protokol kesehatan.

“Saya dicopot dr satgas juni 2020 karena rangkulan, walau maskeran, saya terima. Lapang dada ! Sejak 2013 saya muallaf, guru ngaji saya kyai zum, ngajari saya banyak hal, salah satunya lapang dada,” tulis Tirta.

Dokter yang juga influencer itu meyakini orang yang ditegurnya tidak akan marah. ”Mas gibran kan kawan saya d solo, ga bakal baper kalo saya tegur,” cuit dia lagi. (fin)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan