Oknum Kepala Dinas di Gowa Diduga Timbun Bantuan Demi Kepentingan Politik

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, GOWA - Salah satu kepala dinas di Kabupaten Gowa disebut-sebut diduga menimbun bantuan sosial, untuk digunakan untuk kepentingan politik Pilkada 2020.

Nama salah satu kepala dinas yang menangani urusan bantuan sosial di Butta Bersejarah itu, disebut-sebut menimbun bantuan yang disimpan di dua tempat berbeda di Kabupaten Gowa.

Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulsel, Amiruddin Karaeng Tinggi, mengatakan, kepala dinas yang dia sebutkan itu diduga menyalahi PMK Nomor 87/PMK/07/2020.BN.2020/No.782.

Pihaknya telah menemukan tumpukan paket sembako di dua gedung yang berbeda di Kabupaten Gowa, pada 13 Nopember 2020 lalu.

"Diduga akan dimanfaatkan lain berhubungan Pilkada 2020 di Kabupaten Gowa ini," kata Amiruddin, Rabu (18/11/2020).

Dia menjelaskan, bantuan itu bersumber dari Jaring Pengaman Sosial atau Dana Insentif Daerah (DID), yang dianggarkan oleh pemerintah pusat tahun 2020 sebesar Rp5 triliun.

Lebih rinci, penyaluran bantuan itu seharusnya dilakukan di tahap 1 pada Juli 2020, tahap II disalurkan paling lambat September 2020, Periode III disalurkan pada paling lambat Oktober 2020, dan periode selanjutnya pemerintah daerah laporan penggunaan DID.

"Bantuan ini baru disalurkan pada 16 November 2020 lalu. Bapak kepala dinas selaku ASN karena pemenang tender Dana Insentif Daerah (DID) adalah orang dekat salah satu calon Bupati di Gowa," katanya.

"Untuk Kejari Gowa seharusnya turun tangan karena diduga bantuan ada korupsi, karena menunda Penyaluran Program Bantuan Jaring Pengaman Sosial atau DID," sambung dia melalui pesan singkat.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan