KPU Barru Berhadapan DKPP

  • Bagikan

Soal Polemik SK Pensiun

FAJAR.CO.ID, BARRU - Polemik SK pensiun tak kunjung usai di Barru. Penyelenggara bahkan dilaporkan ke DKPP.

Langkah mengadu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini ditempuh paslon nomor urut 1 Pilkada Barru, Mudassir Hasri Gani-Aksah Kasim. KPU Barru dinilai berpihak kepada salah satu paslon.

Pilkada Barru diikuti tiga pasangan cabup-cawabup. Selain Mudassir-Aksah, juga ada nomor urut 2, Suardi Saleh-Aska Mappe; dan nomor urut 3, Malkan Amin-Andi Salahuddin Rum. Berkas pendaftaran cawabup nomor urut 2, Aska Mappe yang menjadi pemicunya.

Kubu Mudassir-Aksah dan Malkan-Salahuddin mempertanyakan lolosnya berkas Aska Mappe, padahal SK pensiun yang dipakai mendaftar adalah dari Kapolda. Menurut mereka, SK mesti dari Kapolri. Belakangan, SK Kapolri itu baru muncul.

Cawabup Barru Aksah Kasim mengatakan laporan dugaan pelanggaran penyelenggara di Barru sudah teregistrasi di DKPP. Sisa menunggu giliran untuk disidang. Pelapornya atas nama Bayasit, Sekretaris DPD II Golkar Barru.

"Dugaan ini jelas adanya. Khususnya pada dugaan dipaksakannya SK Pensiun Aska Mappe dalam penetapan pencalonannya sebagai Wakil Bupati Barru," beber Aksah Kasim kepada FAJAR, malam tadi.

Menurut Aksah Kasim, proses pencalonan Aska Mappe mestinya tak memenuhi syarat. Berkas administrasinya cacat hukum, tetapi malah diloloskan oleh KPU Barru. "Kita tunggu saja kapan akan disidang. Yang pasti kita sudah registrasi," bebernya.

Komisioner KPU Barru Divisi Hukum Muhammad Nasir Azikin enggan membeberkan SK Pensiun Aska Mappe yang dipakai mendaftar apakah dari Kapolri atau Kapolda. Ia memilih bungkam. Hal sama dilakukan oleh Ketua KPU Barru Syarifudin H Ukkas.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan