Rocky Gerung Bilang Mahfud MD Tidak Memahami soal UU Kekarantinaan

Kamis, 19 November 2020 14:13

Pengamat Politik Rocky Gerung (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat Politik Rocky Gerung menilai, pemeriksaan Anies Baswedan di Polda Metro Jaya terkait kerumunan yang dibuat oleh Habib Rizieq Shihab (HRS), merupakan pesanan pihak Istana.

Dosen Politik dan Ilmu Filsafat ini mengatakan, Istana saat ini tengah berupaya membuat Anies Baswedan terkena delik Hukum.

Seperti diketahui, Anies Baswedan diperiksa hampir 10 jam. Dia cecar 33 pertanyaan terkait kerumunan yang dilakukan massa FPI dan Habib Rizieq Shihab di Petamburan Jakarta Barat.

“Polisi perpanjang pemeriksaan itu, Karena berupaya melayani kepentingan Istana itu. Kan istana berharap Anies itu kena delik. Padahal polisi mengerti bahwa ngga mungkin diberikan delik pada UU yang ngga punya kekuatan hukum. Tentu polisi mengerti itu,” ujar Ricky Gerung dikutip akun YouTubenya, Kamis (19/11).

Lebih jauh Rocky Gerung mengatakan, Menkopolhukam Mahfud MD tidak memahami soal UU Kekarantinaan. Sebab karantina tidak berlaku di Indonesia, yang ada hanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Mahfud MD sendiri tidak punya pengetahuan bahwa UU karantina itu diberlakukan karena justru persiden sendiri yang mau PSBB itu kan, jadi musti ada tim yang membaca itu. dia ngga ngerti bahwa Polisi juga kesulitan untuk menegakan hukum terhadap sesuatu yang tidak konstan,” beber Ricky Gerung.

Sementara itu, hal senada dikatakan Mantan Ketua Mahkama Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menilai, Anies diperiksa terkait pelanggaran UU Karantina tidak tepat. Sebab di Indonesia tidak ada karantina wilayah. Yang ada hanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Komentar