Kisah Prof Idrus Sembuh dari Covid-19

Jumat, 20 November 2020 15:35

Mantan Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi

Oleh Adi Muammar Mirsan

MELAWAN virus Covid-19 butuh semangat dan dukungan semua pihak. Hal itulah yang diyakini Prof Idrus Paturusi hingga dinyatakan sembuh.

Setelah lebih sepekan, pahlawan dokter itu dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RSUH). Sejak dinyatakan positif Covid-19, dukungan untuk sembuh terus mengalir lewat media sosial pribadinya.

Saat dihubungi Prof Idrus terdengar bersemangat. Di balik telepon, dia mengaku doa dan semangat yang mengalir lewat WhatsApp pribadinya. Hal itu menambah semangat dan harapannya untuk sembuh.

Meskipun dibatasi waktu, banyak hal yang ingin dia ceritakan selama mengikuti isolasi diri. Termasuk ketersedian Alat Pelindung Diri (APD) yang tetap dia pantau, meski tengah menjalani proses penyembuhan.

Mantan Rektor Universitas Hasanuddin dua periode ini mengungkapkan, betapa dibutuhkannya APD bagi petugas medis untuk menjalankan tugasnya.

Bahkan, saat dirawat dia sempat mendapati perawat yang tidak bisa masuk di ruangannya karena tidak mempunyai APD untuk dipakai.

“Ini yang saya khawatirkan, bagaimana dengan pasien Covid-19 lain yang betul-betul membutuhkan pertolongan tetapi apa daya APD kita masih kurang,” jelasnya.

Terpisah, anak Prof Idrus, dr Idrianti Idrus SpKK, mengungkapkan ayahnya dinyatakan sembuh setelah menjalani tahapan swab test atau Polymerase Chain Reaction (PCR). Pemeriksaan pertama dan kedua hasilnya positif Covid-19.

Pada pemeriksaan ketiga, hasilnya sudah negatif. Untuk saat ini, ayahnya masih menunggu pemeriksaan selanjutnya agar bisa dinyatakan sembuh. Jika hasilnya tetap negatif, Prof Idris boleh meninggalkan RS.

Diakui dokter spesialis Kulit dan Kelamin ini, proses penyembuhan ayahnya terbilang mudah. Selain doa, dukungan dari pelbagai pihak mulai dari keluarga, teman-teman, hingga mahasiswa tak henti-hentinya mengalir.

“Alhamdulillah itu salah satu faktor bapak bisa sembuh, banyak dukungan yang mengalir untuk bapak,” ungkap dokter berhijab ini.

Selain itu para dokter khususnya spesialis paru terus mempelajari penyakit Covid-19, penanganannya, dan obatnya yang semuanya dilakukan sesuai dengan protokol penyembuhan Covid-19.

Selain itu, selama melakukan perawatan, Prof Idrus didampingi terus oleh sang istri. Tentunya menggunakan APD lengkap, agar tidak menular. “Iya, ada mama yang mendampingi, dibelikan APD sendiri untuk digunakan di dalam,” katanya.

Dokter yang karib disapa Ece ini, menambahkan, sebenarnya yang ditakuti pada Covid-19 ini bukan angka kematiannya, sebab bisa disembuhkan selama tidak disertai dengan penyakit bawaan, dan daya tahan tubuh yang kuat. Akan tetapi, penularannya yang begitu cepat yang harus dikhawatirkan.

Oleh karena itu, berdiam diri di rumah, menjalankan pola hidup bersih, sehat dan menjaga daya tahan tubuh menjadi solusi untuk memutus mata rantai penyebarannya. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
5
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar