Mendagri Ancam Pecat Kepala Daerah, Gubernur: Menghukum Ada Rambu-rambunya

Jumat, 20 November 2020 15:45

Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Belum lama ini menteri dalam Negeri, Tito Karnavian mengancam Kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan.

Menyikapi instruksi tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyebut pernyataan itu sebaiknya dilihat dan diterjemahkan secara bijak dan arif.

Menurutnya menghukum sebaiknya dilihat terlebih dahulu konteks masalah yang dilanggar. Selain itu, kata Nurdin, dalam melayangkan sebuah hukuman, terdapat rambu-rambu yang juga harus disesuaikan.

“Lebih ariflah karena menghukum orang ada rambu-rambunya. Kecuali rambu-rambu itu sudah dihilangkan, dihapus atau diubah,” kata Nurdin, Jumat (20/11/2020).

Nurdin menilai setiap orang berhak untuk melakukan pembelaan diri jika terbukti tidak bersalah. “Makanya dalam pengambilan keputusan menghukum orang, kita harus melihat dari awal proses, aturan yang kira-kira bisa kita berikan,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, Mendagri mengancam para kepala daerah dengan sanksi pemecatan apabila para kepala daerah tidak mampu mencegah terjadinya kerumunan massa di daerahnya demi menghindari penyebaran wabah virus corona.

Selain itu, pemecatan juga dilakukan jika para kepala daerah tidak memberikan contoh yang baik dalam menghindari kerumunan massa di masa pandemi Covid-19. (Anti/fajar)

Bagikan berita ini:
10
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar