Pemerintah Kembali Terbitkan Surat Utang, Rizal Ramli: Mulai jadi Pengemis Utang Bilateral

Jumat, 20 November 2020 16:48

Rizal Ramli

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ekonom senior Rizal Ramli kembali memberikan kritikan atas kebijakan pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN).

Diketahui, berdasarkan keterangan resmi dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pada Jumat (20/11/2020), pemerintah menerbitkan empat seri SUN dengan cara Private Placement kepada Bank Indonesia dengan total nominal penerbitan sebesar Rp27 triliun.

Beberapa sebelumnya, Bank Indonesia mencatat telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp457,33 triliun hingga 17 November 2020. Lalu, sebanyak Rp 270,03 triliun SBN dibeli dengan skema pembagian beban atau burden sharing.

Sedangkan pembagian beban dengan Pemerintah untuk pendanaan Non Public Goods untuk UMKM dari Rp114,81 triliun.

Atas serangkaian penerbitan SUN oleh pemerintah , Rizal pun bertanya soal kebijakan moneter Presiden Joko Widodo.

“Mas @jokowi, mau dibawa kemana RI ? Surat utang bunganya semakin mahal. Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah,” tulis Rizal di akun Twitternya, Jumat (20/11/2020).

Mantan menko perekonomian itu banyak menyebutkan Indonesia kini punya strategi gali lubang tutup lubang untuk membayar utang yang sudah menumpuk.

“Makanya mulai ganti strategi jadi “pengemis utang bilateral” dari satu negara ke negara lain,, itupun dapatnya recehan itu yang bikin ‘shock’,” sebutnya.

Rizal menjelaskan dengan menerbitkan surat utang, bukan sebuah jalan keluar. Sebab, bunga yang harus dibayar semakin mahal.

“Terbitkan surat utang (bonds) bunganya semakin mahal. Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah,” pungkasnya. (msn/fajar)

Komentar