Pemkot Minta Tambah Lahan Hibah, Begini Jawaban GMTD

Jumat, 20 November 2020 18:12

Associate Director PT GMTD, A. Eka Firman Ermawan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Associate Director PT GMTD, A. Eka Firman Ermawan mengatakan Pemerintah Kota Makassar kembali meminta tambahan hibah lahan untuk melanjutkan proyek Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar.

Hal itu diungkapkan saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, pada Jumat (20/11/2020).

Ia menyebut permintaan tersebut tidak serta merta dapat diwujudkan sesegera mungkin, lantaran dibutuhkan komunikasi intens baik antar pemerintah, pihak GMTD maupun pihak ketiga.

“Ada permintaan jumlah luasan tertentu oleh Pemkot tapi kami harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dengan rencana pengembangan kami,” ucap Eko.

“Contohnya dia (Pemerintah) minta 10 meter tapi kita (GMTD) sudah jual ke pihak lain, yang mana kami terpaksa cuman bisa memberikan 7 meter,” jelasnya.

Menurutnya permintaan Pemkot Makassar terkait penambahan lahan secara cuma-cuma dinilai tidak sedikit. Diketahui jumlah yang diminta yakni 1,5 hektar.

“Memang kita harus menyesuaikan di lapangan karena ada kendala-kendala yang dihadapi dan tanah yang yang diminta bukan 100 atau 200 meter tapi masih banyak yang dibutuhkan kurang lebih 1,5 hektar,” bebernya.

Sejak awal penyerahan lahan untuk proyek Metro Tanjung Bunga, Eko menuturkan pihaknya telah menghibahkan lahan sekitar 1,4 hektar atau senilai dengan Rp145 miliar.

Ia menjelaskan total keseluruhan yang diminta untuk dihibahkan oleh pemerintah sekitar 4 sampai 5 hektar, namun pihaknya baru menyerahkan 1,4 hektar.

Kendati berpolemik terhadap kondisi luasan lahan yang saat ini masih terus dikomunikasikan, Eko menuturkan pihaknya mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kota Makassar.

“GMTD mendukung semua program Pemprov dan Pemkot. Jadi tidak ada kata-kata kalau GMTD tidak mendukung, apa yang menjadi permintaan dari Pemkot dan Pemprov kita dukung, buktinya kita sudah menyerahkan tanah,” ungkapnya.

Sementara saat dikonfirmasi terkait target penyelesaian jalan Metro Tanjung Bunga dalam fase pertama yakni 70 hari, ia mengaku akan segera mencarikan solusi yang tidak merugikan semua pihak, program pemerintah tetap jalan dan costumer GMTD pun tidak terganggu.

“Yah kita akan lakukan secepatnya karena kita tidak ingin lama-lama juga, tidak mau menunda nunda karena warga kami juga di dalam sudah teriak dengan kondisi setiap hari macet dan ini yang harus dicarikan solusi,” tandasnya. (Anti/fajar)

Komentar