Pemulihan Ekonomi Perlu Dibarengi Tes Masif

Jumat, 20 November 2020 18:42
Belum ada gambar

Prof Siti Boedina, pakar patologi klinis Universitas Indonesia (UI) pada diskusi daring yang digelar Siloam Hosoital Gro...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Kesehatan dan ekonomi bisa saling menopang. Hanya saja, pemulihan ekonomi tak bisa jalan tanpa adanya situasi sehat secara komunal.

Untuk memastikan pemulihan dan aktivitas ekonomi bisa berjalan, tes Covid-19 mesti dimasifkan. Semua pihak bisa berkontribusi di sini. Apalagi, sudah banyak model tes yang bisa diterapkan.

Mulai dari rapid diagnostic test (RDT), PCR test, hingga yang terbaru tes molekuler isotermal. Tes PCR terbagi dua, yakni tes molekuler isotermal dan RT-PCR. RT-PCR mendeteksi protein virus. Secara umum, dua-duanya mendeteksi materi virus.

“Tes ini (tes molekuler isotermal) mendetksi DNA virus,” papar Prof Siti Boedina, pakar patologi klinis Universitas Indonesia (UI) pada diskusi daring yang digelar Siloam Hosoital Group, Jumat (20/11/2020).

Untuk tes molekuler isotermal, alatnya simpel dan bisa dibawa ke mana-mana. Pemeriksaannya juga tak butuh proses lama. Hanya sekitar 30 menit, sudah ada hasil yang bisa dijadikan pegangan soal kondisi kesehatan seseorang.

Boedina juga mengurai, saat ini rapid test dengan mengambil sampel darah dari jari, masih diterapkan. Hanya saja, memiliki banyak kelemahan.

“Pemeriksaan jenis ini mudah, sangat simpel. Tetapi karena respons imun perlu waktu untuk membentuk antibodi, maka tidak bisa segera ketahuan (seseorang terpapar Covid-19 atau tidak, red),” imbuhnya.

Sehingga, kata Boedina, sebetulnya tes rapid ini tidak bisa dilakukan untuk tujuan diagnosis. Hanya bisa digunakan untuk tujuan screening massal. Sebab, Covid 19 butuh 7-14 hari baru bisa terdeteksi via metode tes ini. Masih ada kelemahan lainnya.

Bagikan berita ini:
1
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar