Pelayanan Dinilai Baik, Okupansi Rumah Sakit dan Hotel Wisata Covid Menurun

Ketua Tim epidemiologi Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pelayanan di rumah sakit maupun di hotel yang masuk dalam program Duta Wisata Covid-19 dinilai cukup bagus dalam meningkatkan kesehatan dan angka kesembuhan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim epidemiologi Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin, Sabtu (21/11/2020).

Terbukti, selain angka kesembuhan tinggi, okupansi hotel dan rumah sakit juga mengalami penurunan.

Ia menyebut, pada puncak pandemi yakni Mei hingga Juni okupansi hotel yang digunakan sebanyak 7 hotel, namun kini tersisa 2 hotel saja.

“Sekarang itu sisa Swiss-Belhotel sama Hotel Almadera,” bebernya.

Begitupun dengan rumah sakit, guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar itu mengaku saat ini okupansi rumah sakit sebesar 35 persen atau rasio 1:4.

“Artinya 1 pasien ada 4 tempat tidur yang tersedia. Angka kesembuhan yang semakin bagus sekitar 90 persen ini menjadikan kekuatan layanan kita semakin bagus,” jelasnya.

Ridwan menjelaskan dari tiga indikator penilaian utama yakni epidemiologi, pengawasan (surveilance) dan layanan, surveilance hingga kini masih terus berjalan seperti tracing atau mengidentifikasi orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sedangkan indikator-indikator epidemiologi juga masih ditekan di beberapa Kabupaten/Kota.

Sementara Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menegaskan pelacakan dan pendataan terhadap orang-orang yang terjangkit virus Corona harus diintensifkan.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat agar kedisiplinan dan kepatuhan dapat ditingkatkan baik di Kota Makassar maupun di luar Kota Makassar.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR