Ternyata Belum Punya BPJS, Siswi SD Buta Diduga Akibat Belajar Online

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, GOWA — Penyakit yang dialami oleh Indrianti Amran, 10 tahun yang buta diduga akibat radiasi ponsel selama ikut belajar online, telah sampai di telinga Dinas Sosial (Dissos) Gowa.

Siswi yang duduk di bangku kelas 6 SD Inpres Bontosunggu ini, bakal mendapat fasilitas BPJS yang selama ini belum menjadi peserta.

“Dua (anggota keluarga) sudah ada. Tinggal yang sakit ini memang kebetulan memang belum ada. Ini jadi prioritas. Tanggal 1 Desember kepesertaannya aktif, sambil menunggu hasil sebagaimana yang kita khawatirkan,” kata Kepala Dinsos Gowa, Syamsuddin Bidol, Sabtu (21/11/2020).

Apalagi sanak keluarga Ririn, sapaan akrab Indrianti, mengaku tidak punya uang lebih untuk membiayai pengobatan anak keduanya itu di Rumah Sakit Unhas, Makassar.

Saat berkunjung ke rumahnya di Dusun Romang Bone, Desa Bori Matangkasa, Kecamatan Bajeng Barat kemarin, Syamsuddin melihat kondisi fisik Ririn yang baik. Hanya saja, penglihatannya terganggu.

“Hasil dari kedokteran juga belum ada. Kondisi fisik bagus dan sempat menyanyi salawat, berdoa, dan minta kesembuhan,” tambah dia.

“Dinsos Gowa secara integrasi, terkait kepesertaan KIS, PIB, APBD Gowa, kita komunikasikan dengan baik. Kepala BJPS sudah dilakukan komunikasi dan akan dilakukan pendekatan dengan keluarganya,” sambung Syamsuddin kepada wartawan.

Anak dari pasangan Amran Jafar, 40 tahun dan Sarianti, 36 tahun ini mengalami kebutaan pada mata sebelah kiri sejak Sabtu sore, (14/11/2020) lalu

KONTEN BERSPONSOR

Komentar