Dugaan Penimbunan Bansos Untuk Pilkada di Gowa, Begini Penjelasan Bawaslu

Dugaan penimbunan bansos di Gowa

FAJAR.CO.ID, GOWA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih menanggapi soal laporan dugaan penimbunan, yang dilakukan oleh Dinas Sosal Kabupaten Gowa.

Dugaan itu dilaporkan oleh LSM Gempar Indonesia Sulsel pada 16 November 2020 lalu. Nama Kepala Dinas Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol disebut diduga menimbun sembako tersebut.

Sembako itu diduga akan digunakan untuk kepentingan politik salah satu Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati di Pilkada 2020 ini.

Sayangnya, Bawaslu Gowa belum bisa melakukan investigasi atau pun menindaki terlapor atas dugaan tersebut karena kurang alat bukti.

“Tetap kami terima laporannya, tapi tidak bisa ditindaki karena minim alat bukti. Foto yang kami terima pun hanya gambar angkat barang,” kata Komisioner Bawaslu Gowa, Juanto Avol, Senin (23/11/2020).

Pihaknya pun memberikan saran kepada LSM Gempar Indonesia Sulsel untuk melapor ke kepolisian, jika memang dia menemukan dugaan penimbunan sembako dari pemerintah pusat itu.

“Kami sarankan lapor ke polisi atau pihak terkait. Kami tak bisa tindak karena minim bukti,” pungkas Avol.

Laporan soal dugaan penimbunan sembako yang digunakan untuk kepentingan politik laporan itu yang dilayangkan oleh LSM LSP3M Gempar Indonesia Sulsel. Laporan itu diterima pada 16 November 2020 lalu dengan nomor 001/LP/PB/KAB/27.07/XI/2020.

Ketua Umum Gempar Indonesia Sulsel, Amiruddin Karaeng Tinggi, menjelaskan, penyaluran bantuan Dana Insentif Daerah (DID) itu seharusnya dilakukan di tahap 1 pada Juli 2020, tahap II disalurkan paling lambat September 2020, Periode III disalurkan pada paling lambat Oktober 2020.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR