Jazuli Juwaini: Menghadapi Dinamika Rakyat, Tidak Perlu Unjuk Kekuatan Perang TNI

Senin, 23 November 2020 09:24

Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Sebanyak 500 personel gabungan dari TNI dikerahkan untuk menertibkan spanduk ataupun baliho yang tidak memiliki izin di wilayah yang berada di bawah pengamanan Kodam Jaya/Jayakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS meminta TNI jangan sampai terjebak politik praktis, masuki ranah sipil dengan mencopoti baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) di Jakarta sekitar.

Oleh karenanya, TNI diharapkan tidak sampai terjebak dalam politik praktis dalam merespons dinamika di tengah masyarakat saat ini.

“Tugas utamanya perang melawan musuh negara yang mengancam kedaulatan, kelompok sparatis, dan kekuatan asing yang mengancam,” ungkap anggota Komisi I DPR RI Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/11).

“Sehingga mohon jangan sampai sikap, kata, dan tindakannya terjebak politik praktis menyangkut dinamika politik di dalam masyarakat,” katanya lagi.

Jazuli yang juga ketua Fraksi PKS DPR RI ini mengatakan, dinamika yang terjadi di masyarakat cukup diselesaikan oleh otoritas sipil.

“Bila ada pelanggaran ketertiban dan keamanan, sudah ada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian sebagai penegak hukum,” jelasnya.

Hal tersebut ia tegaskan berkenaan dengan keberadaan TNI yang belakangan menjadi sorotan publik usai terlibat dalam dinamika di tanah air, salah satunya soal penurunan baliho bergambar Habib Rizieq Shihab (HRS).

Bagikan berita ini:
10
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar