Polemik Baliho Habib Rizieq, Ray Rangkuti Sesalkan Sikap Presiden Jokowi

Senin, 23 November 2020 19:35

Presiden Joko Widodo. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Analisis politik Ray Rangkuti turut menyoroti terkait dengan kontoversial tindakan TNI menurunkan spanduk atau baliho Habib Rizieq Shihab (HRS).

Ia mengatakan bahwa hal tersebut tak seharusnya dilakukan oleh pasukan TNI yang diintruksikan oleh Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurahman.

Kendati begitu, Ray menyesalakan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak mencegah tindakan pasukan Pangdam Jaya tersebut.

Seharusnya, Jokowi sebagai pimpinan negara memberi arahan kepada TNI bahwa penurunan baliho HRS itu bukan wawenang mereka.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) itu dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/11/2020).

“Mestinya dengan kasus kemarin, presiden segara memberi arahan bahwa menurunkan baliho bukanlah tugas TNI, tapi satpol PP, dan paling jauh adalah Polisi,” jelas Ray.

Begitu juga dengan pihak kepolisian, orang nomor satu di Indonesia itu harus bisa memastikan kinerja polisi dengan baik.

“Presiden juga harus memastikan bahwa polisi kita bekerja cepat dan tanggap agar tidak mengundang kesemerawutan berikutnya,” ucap Ray.

Sekalipun begitu, lanjut aktivis 98 itu, HRS dan kelompoknya, juga perlu diingatkan untuk menjaga demokrasi yang berjalan.

“Habib Rizieq jangan semaunya juga berbuat sesuatu, harus bisa menjaga demokrasi karena adalah bagian menjaga keadaban publik,” tandasnya.

“Mimbar kebebasan bersuara tidak boleh dipakai sebagai sarana untuk mencaci maki, menantang sana sini, dan bahkan sampai menghujat,” pungkasnya Ray.

Komentar