Calon Pengganti Jenderal Idham Azis, Ahmad Sahroni: Enggak Masalah Kapolri Non Muslim

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila sampai saat ini ekspektasi masyarakat terhadap Polri belum maksimal (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Isu seputar pergantian Kapolri terus menggelinding. Pasalnya, Jenderal Idham Azis tak lama lagi memasuki masa pansiun. Yakni pada Januari 2021.

Secara peluang, Kabareskrim menjadi yang paling besar kemungkinannya sebagai calon Tribrata 1. Jabatan itu saat ini diduduki Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Akan tetapi, ada suara-suara yang meyakini jalan Listyo untuk menggantikan Jenderal Idham Azis belum tentu berjalan mulus.

Alasannya, karena Listyo adalah Non Muslim. Namun hal itu dibantah Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Menurut politisi Partai Nasdem ini, Polri merupakan instrumen negara untuk menjaga Kamtibmas.

Bukan lembaga dakwah yang pimpinannya jelas harus beragama Islam.

“Menurut saya enggak masalah Kapolri non Muslim, selama kapabilitasnya bagus,” ujar Sahroni, dikutip PojokSatu.id dari Rakyat Merdeka.

Selain itu, pria yang akrab dengan sebutan Sultan Tanjung Priok ini menyatakan, calon kapolri harus dari Jenderal Polri bintang 3. Bukan bintang dua.

“Wajib ke Komjen dulu, tidak serta merta lompat langsung jenderal,” ujar Bendahara Umum Partai Nasdem ini.

Untuk diketahui, lompatnya jenderal bintang dua jadi Kapolri ini pernah terjadi di periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat itu, Timur Pradopo yang berpangkat Irjen naik pangkat secara instan.

Dalam rentang 18 hari, dua bintang bertambah di pundaknya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR