Rawan Risiko Tinggi, BPKH Dorong Generasi Milenial Laksanakan Haji

Selasa, 24 November 2020 13:17

Tingginya risiko terhadap calon jemaah haji yang berusia di atas 60 tahun menjadi perhatian Kementerian Agama dan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tingginya risiko terhadap calon jemaah haji yang berusia di atas 60 tahun menjadi perhatian Kementerian Agama dan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH).

Lantaran kondisi kesehatan yang tidak begitu maksimal bisa saja berakibat semakin memburuk ketika melaksanakan haji di tanah suci Makkah.

Selain itu, mewabahnya pandemi Covid-19 memberi peringatan terhadap masyarakat yang memiliki riwayat komorbit untuk lebih intens menjaga kesehatan di rumah.

Mengingat potensi penyebaran virus Covid-19 sangat rentan menyerang masyarakat lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan.

Oleh karena itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH, A Iskandar Zulkarnain mendorong anak generasi milenial untuk melaksanakan haji dengan kondisi tubuh yang masih sehat.

“Kita berangkatkan para milenial dengan cara kita bantu misalnya sosialisasi soal pentingnya haji usia muda, atau dengan cara kita dorong agar menabung sedini mungkin,” kata A. Iskandar, Selasa (24/11/2020).

Ia membeberkan tercatat total daftar jemaah haji muda yang berada di atas 40 tahun dengan rata-rata menunggu yakni 21 tahun sebesar 76 persen.

A Iskandar merinci data pendaftar haji usia muda dengan kategori jemaah haji reguler dan khusus dari tahun ke tahun bersifat dinamis.

Tahun 2014 total pendaftar jemaah haji muda yakni 450,911. Tahun 2015 sebanyak 470,740. Tahun 2016 sebanyak 515,269.

Komentar