Tiga Paslon Saling Serang Soal Reformasi Birokrasi, None Nyaris Tak Beri Kesempatan ke Wakilnya

Selasa, 24 November 2020 22:01

Paslon Pilkada Makassar saat gladi debat publik

Dalam proses reformasi birokrasi, lanjutnya, yang paling penting adalah sinergitas antar pengambil kebijakan. Harus dipahami bahwa antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, sebenarnya tidak saling membawahi. Masing-masing tetap dengan dengan fungsi dan kewenangan, namun harus saling bersinergi.

“Akselerasi kinerja yang kita harapkan untuk menutup ruang yang melemahkan birokrasi, ada tiga. Yakni kelembagaan, sistem, dan SDM aparatur,” jelasnya.

Menurut None, secara kelembagaan pemerintah kota akan dikolaborasikan dengan tingkat RT. Sedangkan sistem akan menggunakan digitalisasi dengan artificial intelegencia dan big data, sehingga tidak ada lagi yang berambisi mencari penghargaan atau saling menyalahkan.

“SDM aparatur kita kuatkan dari segi leadership, mental, dan spiritual. Aparatur kita harus melayani dengan hati,” tegasnya.

Hanya saja dalam sesi pertama itu, mantan Pelaksana Tugas Bupati Luwu Timur lebih banyak berbicara. Nyaris tak memberikan kesempatan kepada wakilnya, Zunnun NH. Berbeda dengan paslon lainnya, yang secara bergantian menanggapi atau bertanya. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
5
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar