“Upeti” Pedagang di Pasar Kampung Jaya Pinrang Berakhir Sia-sia

Selasa, 24 November 2020 14:05

Sampah tetap berserakan

FAJAR.CO.ID PINRANG — Tiap hari “upeti” atau biaya retribusi kebersihan disetor oleh puluhan pedagang di Pasar Kampung Jaya, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang. Namun sayangnya, dana itu berakhir sia-sia. Sampah tetap berserakan dimana-mana.

Salah seorang pedagang di pasar berinisial HC mengaku, mesti menyetor upeti per hari sebanyak Rp2 ribu kepada orang yang mengatasnamakan suruhan dari Andi Tino (Kadis Perindagem).

“Itu untuk kebersihan. Tiap hari kami semua di sini setor segitu. Tetapi coba perhatikan itu sampah. Menumpuk saja tidak ada yang tindak lanjuti,” kesal lelaki paruh baya itu, Senin 23 November.

Pantauan FAJAR, memang betul sampah menumpuk di pasar tersebut. Terutama pada saluran air dan tanggul. Yang bahkan, menyebabkan aroma tidak sedap.

HC berharap entah itu Disperindagem atau DLH memberi atensi terhadap hal tersebut. Mengingat kewajiban upeti atau retribusi tiap hari diberikan oleh para pedagang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, (DLH) Kabupaten Pinrang, Sudirman, menjelaskan, kebersihan dari pasar kampung jaya, sama sekali bukan wewenangnya. Menurutnya, itu wewenang dari Disperindagem yang menangani soal pasar.

“Di sana kan ada retribusinya. Ada juga UPTD pasarnya. Kami sebetulnya, telah menyiapkan kontainer atau bak sampah di luar area pasar,” bebernya.

Dikonfirmasi soal joroknya kondisi pasar tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Pasar Disperindagem Pinrang, Azis Tata, berjanji, akan memastikan kondisi tersebut terlebih dahulu.

Komentar