Perputaran Uang Hasil Jual Beli Sapi di Sinjai Tembus Rp100 M per Tahun

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SINJAI– Usaha peternakan sapi di Kabupaten Sinjai sangat menjanjikan. Tiap tahun, potensi perputaran uang hasil jual beli sapi menembus harga Rp100 miliar.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, Aminuddin Zainuddin mengatakan, potensi sapi terjual tiap tahun mecapai 8 ribu hingga 9 ribu ekor. Terdiri dari sapi bali atau lokal dan sapi hasil Inseminasi Buatan (IB).

Khusus penjualan sapi lokal, tahun 2019 mencapai angka 3.100 ekor dari target penjualan 3 ribu ekor. Sapi potong itu dikirim ke Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Makassar, dan beberapa kabupaten lainnya di Sulsel. Rata-rata dijual seharga Rp15 juta per ekor.

“Tahun 2019 penjualan sapi lokal melampaui target, jika dirupiahkan sekitar Rp46,5 miliar, ini khusus sapi lokal atau bali, belum hasil IB,” kata Aminuddin.

Selain sapi bali, potensi penjualan lainnya bersumber dari sapi hasil IB. Pada tahun 2019, jumlah induk sapi yang telah dilakukan IB mencapai 6 ribu ekor. Artinya, potensi kelahiran pedet atau anak sapi juga sekitar 6 ribu ekor. Sementara rata-rata harga penjualan sapi IB usia 8 sampai 10 bulan juga berkisar Rp15 juta.

“Jadi jika diakumulasi harga penjualan sapi bali dan sapi hasil IB memang harganya fantastis, jika setahun terjual 8 ribu ekor sapi maka uang yang berputar lebih dari Rp100 miliar,” terang Aminuddin.

  • Bagikan