Rahmat Laguni Ejek Ketua DPRD Lutra, Golkar: Pemimpin Harusnya Santun

Rabu, 25 November 2020 18:41

Wakil Ketua Koordinator bidang politik hukum dan ham DPD II Golkar Luwu Utara Adam Adrian

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Video calon wakil bupati bupati nomor urut 1, Rahmat Laguni (RL) viral dimedia sosial. Pasalnya Video itu merekam pidato Rahmat saat melakukan kampanye di Kecamatan Bone-bone, dihadapan masyarakat pasangan Thahar Rum itu menyebut Ketua DPRD Luwu Utara mirip kerbau.

Jelang pemilihan kepala daerah yang sudah didepan mata, masyarakat kembali disuguhkan dengan kelakuan tidak terpuji oleh salah satu kandidat. Sikap yang tak seharusnya tidak dilakukan seoarang calon pemimpin itu, terakam kamera handphone dan saat ini video itu beredar luas dimedia sosial.

Dalam video berdurasi 27 detik itu, tampak merekam calon wakil bupati nomor urut 1 Rahmat Laguni (RL) yang sedang berbicara dihadapan puluhan masyarakat Kecamatan Bone-bone. Dalam video itu, Rahmat melakukan penghinaan kepada Ketua DPRD Luwu Utara, Basir dengan mengatakan jika pimpinan DPRD itu mirip kerbau.

“Kenapa tidak bisa berbuat DPRD?,” kata pria yang merekam Rahmat Laguni saat berpidato.

“Tabe Opu, tadi saya sudah jelaskan tadi terkait pimpinan nomor satu di DPRD. Minta maaf, kenyataan yang terjadi, karena ketua DPR kaya kerbau dicocol hidungnya,” kata Rahamat Laguni dalam rekaman video itu.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua Koordinator bidang politik hukum dan ham DPD II Golkar Luwu Utara Adam Adrian,dengan tegas menyampaikan jika DPD II Golkar Luwu Utara sangat keberatan dengan adanya salah satu kandidat yang mengkerdilkan Ketua DPRD Luwu Utara, yang juga merupakan kader partai berlambang beringin rimbun itu.

“Kami tentu keberatan dan sangat menyayangkan sikap salah satu kandidat itu. Seorang calon pemimpin mestinya bersikap santun, bukan mempertontonkan sikap seperti seorang preman kampung yang hanya menjelekkan orang lain. Masyakat bisa menilai itu, apalagi calon. Masa sih ada calon seperti itu,” kada Adam Adrian.

Dia menambahkan, masyarakat Luwu Utara adalah pemilih cerdas. Pandai menilai pemimpin yang baik dan tidak arogan. “Dari ucapannya saja sebenarnya kita sudah bisa menilai. Terkadang orang yang suka menjelekkan orang lain itu, biasanya dia sedang menceritakan dirinya sendiri. Bercerminlah sebelum mengkerdilkan orang lain,” tegas Adam.

Apa yang dilakukan Rahmat Laguni, lanjut Adam tidak hanya mengkerdilkan pribadi seorang ketua DPRD, namun sikap itu juga merendahkan DPRD, apalagi DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah, yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

“Keputusan yang dihasilkan di DPRD itu melalui proses yang panjang, dan didiskusikan oleh semua fraksi yang ada. Saat ini kami dari DPD II Golkar Luwu Utara, sementara membicarakan langkah-langkah yang akan kami lakukan terkait penghinaan itu,” tutup Adam. (rilis)

Bagikan berita ini:
2
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar