Tak Terpengaruh Hoaks, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa di Sulsel Perlahan Tumbuh

Rabu, 25 November 2020 14:08

Tak Terpengaruh Hoaks, Pendapatan, Premi Asuransi Jiwa ,Sulsel, Perlahan Tumbuh

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengklaim masyarakat di Sulsel saat ini semakin teredukasi tentang pentingnya memiliki asuransi jiwa sebagai pondasi keuangan keluarga yang sehat.

Ketua AAJI Sulsel Andi Anwar mengatakan bahwa begitu banyak orang yang terbantu oleh asuransi seperti pembayaran klaim asuransi kesehatan, klaim kontrak uang pertanggungan, dan lain-lain.

Menurut Andi, informasi hoaks tentang asuransi yang ramai belakangan ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja asuransi jiwa.

Apalagi, lanjut dia, memasuki masa pemulihan ekonomi secara bertahap, pendapatan premi asuransi jiwa perlahan tumbuh.

“Semua perusahaan asuransi, agen asuransi dan AAJI secara terus menerus melakukan edukasi betapa pentingnya kita memiliki asuransi jiwa. Memberikan ketenangan menghadapi risiko dan ketidakpastian dalam hidup,” terangnya, Rabu (25/11/2020).

Sementara itu, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan bahwa industri asuransi jiwa diatur dan dilindungi oleh undang-undang (UU).

Dalam melakukan proses bisnisnya, perusahaan asuransi juga harus proper dengan berbagai regulasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan berbagai aturan main yang sangat ketat tersebut, perusahaan asuransi tidak dapat melakukan penipuan ke nasabahnya.

“Industri asuransi diawasi secara ketat oleh OJK sebagai regulator, sehingga tidak memungkinkan sebuah perusahaan asuransi bisa menipu nasabahnya. Semua ketentuan ada di polis dan nasabah bisa membatalkan jika tidak setuju. Kalaupun ada nasabah yang komplain, bisa saja terjadi dikarenakan beberapa hal, seperti misalnya malas membaca polis, minim pemahaman produk, dan sebagainya,” tutur Togar.

Komentar