Taman Prasejarah Leang-leang Bakal Berubah Nama Jadi Archaeological Park Pertama di Indonesia

Rabu, 25 November 2020 06:12

FAJAR.CO.ID, MAROS– Perubahan nama Taman Prasejarah Leang- leang saat ini tengah digagas oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulsel. Rencananya nama Taman Prasejarah yang terletak di Kelurahan Leang Leang Kecamatan Bantimurung  ini akan diganti menjadi Taman Arkeologi (Archaeological Park).

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulsel, Laode Muhammad Aksa dalam kegiatan Diskusi Terpumpun Kajian Pengembangan Taman Prasejarah Lean- Leang, Selasa, 24 November.

Laode menjelaskan, jika perubahan itu bukan hanya sekadar nama saja, akan tetapi lebih kepada konsep pengelolaan Leang-leang yang melibatkan masyarakat dalam pengelolanya. Dimana saat ini dalam konsep internasional itu disebut Archaeological Park.

“Ini bukan hanya sekadar perubahan nama, tapi konsep pengelolaannya yang berubah,” katanya.

Dimana selama ini pengelolaannya dilakukan BPCB Sulsel bersama Pemkab Maros.

“Jadi Taman Arkeologi ini lebih kepada pengelolaannya yang melibatkan publik, terutama masyarakat sekitar untuk bekerjasama dengan stakeholder dalam mengelola itu. Nah itu memang tertuang dalam amanah Undang-Undang,” katanya.

Kalau prosesnya berjalan lancar, kata dia, Taman Arkeologi ini akan menjadi  yang pertama di Indonesia secara manajemen dan dokumen.

Dia juga mengatakan jika di Eropa, Taman Arkeologi sudah diterapkan.

“Kalau di Eropa itu Archaeological Park nya sangat luar biasa karena sudah ada pengelola tersendirinya. Nah kita ini mulai menggagasnya supaya bisa seperti itu juga. Ini sudah dalam tahapan penggodokan bentuk manajemennya,” sebutnya.

Komentar