Tidak Ada Tilang Selama Pandemi, Begini Penjelasan Kasat Lantas Polres Bone

Rabu, 25 November 2020 17:22

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Selama pandemi covid-19 Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bone tidak bakal melakukan penindakan hukum berupa tilang ke pengendara. Pertimbangan kemanusiaan.

Meski begitu, pengendara juga harus sadar dalam berkendara. Utamanya yang menggunakan knalpot bogar. Sebab, jika didapat tentu akan ditahan dan disuruh ganti knalpotnya.

“Bagaimana saya mau lakukan tindakan tilang sementara saat ini jaman susah. Pandemi Covid-19, penghasilan tidak menentu bahkan ada yang sampai kena PHK, pemutusan hubungan kerja,” kata Kasat Lantas Polres Bone, AKP Fitriawan Rabu (25/11/2020).

Kata mantan Kasat Lantas Polres Luwu Utara ini dirinya pernah mendapatkan keluhan langsung dari pengendara. “Liwa tona sussa e lo saki tilang kae (Saya sudah susah mau lagi ditilang). Mohon maaf saya pernah dapat kata-kata seperti itu dari pengendara,” bebernya.

“Untuk saat ini, kami lebih banyak edukasi seperti imbauan memakai masker,” sambungnya.

Sementara berdasarkan data Sat Lantas Polres Bone mencatat 342 kasus kecelakaan dari Januari hingga Oktober 2020. Jumlah kasus kecelakaan menurun dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 487 kasus. Persentase turunnya mencapai 29,77 persen.

Kasus kecelakaan didominasi sepeda motor berjumlah 554 di tahun 2019. Kemudian di tahun 2020 turun menjadi 390 kasus. Umumnya kecelakaan disebabkan kelalaian dalam berkendara serta faktor alam. Misal, jalan rusak dan berlubang.

Fitriawan memaparkan, berdasarkan data Laka Lantas, usia pelaku kecelakaan terbanyak mulai usia 16 tahun hingga 25 tahun. Dengan jumlah kasus di tahun 2019 sebanyak 103 kasus dan 2020 mencapai 67 kasus.

Jika didasarkan pada profesi, jumlah kecelakaan didominasi wiraswasta dengan jumlah kasus 78 di tahun 2019 dan 2 kasus di tahun 2020. Disusul pelajar/mahasiswa dengan jumlah kasus 63 di tahun 2019 dan 42 di tahun 2020.

Perwira berpangkat tiga balok ini menyatakan, kecelakaan biasa terjadi dari pukul 12.00 Wita hingga 18.00 Wita. Jumlah kecelakaan yang terjadi di jam tersebut 174 kasus di tahun 2019 dan 127 kasus di tahun 2020.

“Di jam-jam tersebut sering terjadi kecelakaan karena arus lalu lintas padat. Aktivitas perkantoran dan perdagangan,” tuturnya. (agung/fajar)

Bagikan berita ini:
1
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar