Yahya Zainul Ma’arif: Kepada Bapak Presiden, Kalau Mendengar Alhamdulillah, Kalau Tidak…

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma’arif-- tangkapan layar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -– Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma’arif atau yang dikenal Buya Yahya memberikan pesan dan risalah kepada Presiden Joko Widodo.

“Kepada bapak Presiden, atau kepada siapapun yang akan jadi presiden, ini adalah risalah kami kepada Pak Presiden. Yah, kalau mendengar Alhamdulillah kalau tidak mendengar, Allah perdengarkan ke hati,” ujar Buya Yahya dikutip FIN dari chanel YouTube Al Bahjaj TV, Rabu (25/11).

Buya Yahya mengingatkan Presiden akan jabatan yang bersifat sementara. Sedangkan akhirat itu kekal. Untuk itu, Buya Yahya berpesan agar pergunakan jabatan untuk bisa meraih akhirat yang baik.

“Ketahuilah bahwa jabatan kepresidenan itu sangat terbatas, apa artinya satu kali naik, dua kali naik, ujung-ujungnya kesengsaraan di akhirat nanti,” ujar Buya Yahya.

“Maka mumpung Allah beri kesempatan untuk naik surga tertinggi (jabatan), maka hendaknya Pak Presiden atau calon presiden, yang ahli la ilahaillallah (Islam-red), jadikan jabatan presiden untuk keselamatan di akhirat,” kata Buya Yahya menambahkan.

Buya Yahyah mengingatkan Presiden agar tidak mendengar orang-orang di sekelilingnya yang punya kepentingan syahwat, kepentingan duniawi, yang bisa menjerumuskan ke neraka.

“Maka jangan sampai saat jadi presiden ditipu oleh orang-orang di kiri kanan kita. Yang punya kepentingan syahwatnya, urusan dunianya, tidak ada hubungan dengan iman, sehingga akan kebawa ke sana,” ungka Buya Yahya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR