Dianggap Tak Efektif, Pemkot Makassar Bakal Pangkas Tenaga Honorer

Kamis, 26 November 2020 16:35

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan melakukan pemangkasan tenaga honorer. Penyebabnya, banyak yang dianggap tidak efektif dalam bekerja.

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) saat ini Pemkot Makassar mempunyai 8449 tenaga honorer untuk 2020. Sementara tahun 2019 sebanyak 8862.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menuturkan, saat ini tenaga honorer di Pemkot terlalu banyak. Sehingga mengusulkan untuk dilakukan proses seleksi. Di mana akan menjaring pegawai yang betul-betul bisa bekerja.

“Makanya kita punya banyak tenaga honorer banyak sekali, kita di satu sisi coba mapping, berapa kebutuhan kita. Saya sudah minta BKD, honor-honor kita memang istilahnya apalagi yang tidak produktif, yang tidak aktif, tidak pernah datang. Itu saya minta duluan kita coba eliminate,” tegas Rudy, Kamis (26/11/2020).

Dengan begitu, lanjut Rudy, pengeluaran gaji untuk para tenaga honorer yang berasal dari APBD bisa tepat sasaran. Hanya untuk mereka yang betul betul bekerja.

“Kenapa, karena kita mau berikan keadilan, khususnya honorer yang sudah kerja siang sampai malam, masa gajinya kecil, padahal ada yang tidak kerja terima gaji juga. Motivasi itu saya dorong punya seleksi,” terangnya.

Rencana pemangkasan tenaga honorer ini akan efektif tahun depan. Sementara kajiannya sedang diusulkan di BKPSDMD. “Saya sudah suruh kaji sekarang, untuk keperluan 2021,” jelas Rudy.

Komentar