Mabuk Lem, 7 Orang Ditangkap, Mirisnya, Empat di Antaranya Bocah Tengil

Kamis, 26 November 2020 10:21
Mabuk Lem, 7 Orang Ditangkap, Mirisnya, Empat di Antaranya Bocah Tengil

Asyik berpesta lem di tepi jalan, dan di balik sebuah kios.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aksi ketujuh orang ini yang ditemukan di Jalan Veteran Utara, Makassar ini sangat memperihantikan. Semua ini asyik berpesta lem di tepi jalan, dan di balik sebuah kios.

Dari ketujuh di antaranya itu, satu orang di antaranya adalah seorang perempuan. Bahkan yang lebih mirisnya lagi, empat orang di antaranya masih di bawah umur alias bocah tengil.

Entah apa alasan mereka memilih mengisap lem itu di pinggir jalan.Semuanya sudah dalam keadaan mabuk berat akibat mengisap lem berbahaya itu dalam waktu yang lama.

Mereka didapati oleh Tim Thunder Polda Sulsel yang berpatroli di jalan itu. Penggeledahan terhadap tujuh orang itupun dilakukan oleh polisi bersenjata laras panjang ini.

“Di kios dan saku mereka, kami temukan enam kaleng lem yang baru saja ia pakai untuk diisap. Selain itu ada pisau cutter di saku salah satu orang itu,” kata Dantim Thunder Polda Sulsel, Aipda Rijal, Kamis (26/11/2020).

Ketujuh orang ini pun, termasuk empat bocah tadi dibawa ke Polsek Makassar. Namun sesampainya di sana, salah satu bocah justru menangis di depan polisi.

Bocah tengil itu meneteskan air matanya saat diinterogasi oleh polisi di halaman Polsek Makassar. Dia terpaksa melakukan itu, atas ajakan temannya yang sudah dewasa tadi yang juga ikut diamankan.

Selain kerap mengisap lem, mereka juga sering mengamen di sekitar jalan tersebut hingga hari sudah petang datang. Bahkan kadang hingga larut malam.

Selain itu pula, anak di bawah umur itu rupanya berasal dari luar wilayah Makassar. Mereka datang jauh-jauh hanya untuk mengamen dan mengisap lem bersama temannya.

“Saya dari Pinrang. Ini temanku satu dari Pare-pare. Kami biasa ngamen di sini karena ada keluarga yang panggil juga,” kata bocah itu.

Kendati demikian, ketujuh orang ini tetap diamankan. Tiga orang di antaranya yang sudah beranjak dewasa, akan diproses hukum. Sementara empat bocah tadi hanya diberi pembinaan. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
10
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar