Makassar Semrawut, Appi-Rahman Hadirkan RDTR Sebagai Solusi Strategik

Kamis, 26 November 2020 15:47

Appi-Rahman

“Indeks Layak Huni Kota Makassar periode Tahun 2014-2017 menunjukkan Makassar justru semakin semrawut,” katanya.

IAP yang merupakan Asosiasi Profesi Bidang Penataan Ruang Wilayah dan Kota melakukan survey indeks layak huni di 26 Kota dan 19 provinsi dengan 7 kriteria standar.

Yakni mencakup sanitasi, air bersih, jaringan listrik, perumahan layak, kecukupan pangan, dan fasilitas sosial dan fasilitas umum, (taman, transportasi publik, dan fasilitas kesehatan, serta ketersediaan ruang public).

Di lain sisi, Dr Syafri menilai tawaran paslon Danny-Fatma yang ingin menghadirkan lorong wisata sebagai solusi penataan kota khususnya bagi para pedagang kaki lima (PKL) dianggap tidak realistis.

“Konsep Lorong wisata dengan mengembangkan Kaki lima, merupakan konsep yang tidak realistik,” katanya.

Ia menyebut lorong di Makassar diidentikan dengan jaringan jalan yang dibangunan tidak sesuai dengan jaringan jalan yang seharusnya terutama dari kondisi lebar jalan dan jaringan dainasenya.

“Kalau yang tidak standar dibebankan lagi dengan fungsi-fungsi lain seperti wisata PKL, Apatemen Lorong dan lainnya yang akhirnya menggunakan bahu atau badan jalan untuk melakukan aktifitas, akan semakin mengurangi fungsi utama lorong dalam memberikan akses bagi penghuni lorong terutama terkait dengan upaya mitigasi dan evakuasi bencana dan keperluan sosial lainnya,” tutupnya.(rilis tim Appi-Rahman)

Komentar