Sampaikan Permintaan Maaf, Edhy Prabowo: Saya Telah Mengkhianati Kepercayaan Presiden

Kamis, 26 November 2020 10:52

Menteri KKP Edhy Prabowo, saat akan dibawa ke Rutan (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyesal terlibat dalam kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Edhy menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran sudah mengkhianatinya.

“Pertama saya minta maaf kepada bapak presiden, saya telah mengkhianati kepercayaan beliau,” kata Edhy di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (25/11) malam.

Selain itu, Edhy juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Edhy kini telah menyandang status sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap ekspor benih lobster atau benur.

“Minta maaf ke Pak Prabowo Subianto yang sudah mengajarkan banyak hal,” ucap Edhy.

Edhy juga tak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia, khususnya kepada masyarakat nelayan. Dia menyebut, kasus yang menimpanya itu merupakan kecelakaan.

“Ini adalah kecelakaan dan saya bertanggung jawab,” tegas Edhy.

Edhy memastikan akan bertanggung jawab terkait dugaan kasus dugaan suap benih lobster yang melilitnya. Dia menegaskan, akan membuka secara utuh terkait kasus tersebut.

“Saya tidak lari dan saya akan beberkan apa yang saya lakukan,” pungkas Edhy.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka terkait perizinan tambak usaha atau pngelolaan perikanan komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Selain Edhy, KPK juga menetapkan enam tersangka lainnya yang juga terseret dalam kasus ekspor benih lobster atau benur.

Komentar