Bertahan di Masa Pandemi, dari Buruh Panggul Jadi Supir Daring

Jumat, 27 November 2020 19:31

Virus Corona sangat kejam, tidak hanya membuat fisik seseorang sakit. Tetapi juga menghancurkan mata pencaharian seseorang. Covid-19 membuat karyawan dirumahkan, hingga harus banting stir agar asap dapur tetap mengepul.

DEWI SARTIKA MAHMUDJl Rusa Makassar

Muhammad Suanto Arka duduk terdiam di atas mobilnya. Sebuah gawai ditangannya, tak lekat dari tatapannya. Ia sedang menunggu orderan via aplikasi driver online.

Beberapa menit kemudian, gawainya berbunyi. Menandakan bahwa ia mendapat orderan untuk mengantarkan penumpang ke satu tujuan.

Senyumnya mengembang, terlihat bahagia. Dipakainya masker yang sempat ditaruh di dekat stir mobilnya. Tak lupa ia mengambil cairan disinfektan, kemudian ia mengelap setiap gagang pintu mobil.

Ini caranya untuk tetap melindungi dirinya dan penumpangnya dari virus. Meski di mobilnya juga sudah ada sekat pelindung di belakang kemudi. Maklum saat ini Makassar masih dalam status zona orange.

“Mau tidak mau harus keluar, banyak virus corona tapi banyak juga kebutuhan hidup ditambah cicilan mobil belum lunas,”ucap Suanto sambil tersenyum.

Suanto merupakan salah satu mitra GrabCar yang tetap berjuang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Walau situasi masih rawan akan virus, pria yang dulunya berprofesi sebagai buruh angkut dipelabuhan ini tetap mengantarkan penumpang sampai ke tujuan mereka.

Pasca PSBB, Suanto tentunya tak bisa bekerja mengandalkan penghasilan sebagai buruh panggul . Sementara ia adalah tulang punggung yang harus menafkahi istrinya dan tiga orang anaknya yang saat ini semuanya juga bersekolah.

Komentar