Dosen FKM UMI Ajak Bidan untuk Mengidentifikasi Anak ASD dan ADHD

Dosen FKM Universitas Muslim Indonesia (UMI) bermitra dengan Ikatan Bidan Indonesia Ranting Makassar mengadakan pelatihan pada bidan puskesmas

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dosen FKM Universitas Muslim Indonesia (UMI) bermitra dengan Ikatan Bidan Indonesia Ranting Makassar mengadakan pelatihan pada bidan puskesmas di seluruh Kota Makassar sebagai bentuk program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dibiayai oleh Rektorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Dikti.

PKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan secara online via zoom meeting dengan tema pengemangan kemampuan bidan Puskesmas dalam pencegahan dan deteksi balita dengan Autism Spectrum Disorder (ASD)dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder(ADHD).

PKM yang diketuai Dr. dr. Khidri Alwi, M.Kes dan Wardiah Hamzah, SKM M.Kes sebagai anggota, dihadiri oleh 30 orang bidan puskesmas di Kota Makassar.

Kegiatan pelatihan dimulai dari sosialisasi yang dilaksanakan pada 8 Juni 2020.

Dr. dr. Khidri Alwi, M.Kes menjelaskan bagaimana mencegah ASD dan ad pada saat prenatal perinatal dan postnatal dalam pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 4 Juli 2020.

Pencegahan dilakukan dengan mengurangi faktor risiko pada saat prenatal (Usia diatas 30 tahun pada ibu dan ayah, Konsumsi obat pada masa kehamilan, Hipertensi gestasional, Diabetes gestasional, Perdarahan antepartum dan Stres), periode perinatal (Lamanya persalinan, Persalinan induksi dan Perdarahan post partum) dan periode postnatal (Hipoksia dan Infeksi pernapasan, Bayi lahir rendah dan Lama menyusui).

Deteksi dini balita dengan ASD dan ADHD dengan menggunakan MCHAT pada balita usia diatas 18 bulan, CARS pada usia balita diatas 36 bulan dan ACRS pada usia diatas 36 bulan, dilaksanakan pada hari kedua pelatihan. Diharapkan dengan ketiga metode ini, kemampuan bidan dalam mendeteksi balita dengan ASD dan ADHD dapat dilakukan secara dini sehingga dapat dilakukan terapi dan pengobatan secara dini pada balita tersebut.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR