Prabowo-Jokowi Retak Gara-gara Menteri Edhy Ditangkap KPK? Ini Analisanya

Jumat, 27 November 2020 18:20

Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana.

Kedekatan keduanya diyakini akan tetap terjaga demi kepentingan Pemilu 2024.

Kedua, sikap akomodatif Prabowo terhadap proses hukum di KPK.

Sejauh ini, belum terlihat adanya intervensi dari Gerindra terhadap proses hukum yang dijalani Edhy Prabowo.

Ketiga, adalah faktor kepulangan Habib Rizieq. “Gerindra bisa memainkan kartu penting (karena memiliki kedekatan dengan HRS), terutama pasca Jokowi lengser di 2024,” hemat Igor.

“Jatah Partai Gerindra di kabinet juga diyakini tidak berkurang, malah bisa saja bertambah,” jelasnya.

Yang tak kalah penting adalah konsistensi Presiden Joko Widodo terhadap kawan koalisi di pemerintahan.

Terlebih Gerindra juga mendukung putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo.

Demikian juga halnya dengan menantunya, Bobby Afif Nasution yang maju di Pilwakot Medan.

“Konsistensi Jokowi penting sebagai timbal balik atas dukungan partai koalisi yang mengusung Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution di Pilkada 9 Desember 2020,” tandasnya.(rmol/ruh/pojoksatu)

Komentar


VIDEO TERKINI