Sulsel Jadi Sasaran Empuk Rokok Ilegal, Berasal dari Produsen Jatim dan Jateng

Jumat, 27 November 2020 17:44

FOTO: ARDI/FAJAR

MAKASSAR, FAJAR — Sulsel masih jadi pasar empuk peredaran rokok ilegal. Produsennya berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulbangsel, Parjiya, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemusnahan 8,7 juta batang rokok dari berbagai merek.

“Kita juga menyita minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sebanyak 1.280 dari berbagai merek,” ujarnya.

Parjiya menerangkan nilai barang yang didapatkan capai Rp3,6 miliar dari total nilai barang Rp7,7 miliar. “8,7 juta batang ini hitungan Sulbangsel ini cukup besar. Tetapi penindakan yang ada di daerah produsen di Jawa Timur dan Jawa Tengah itu belum seberapa,” terangnya.

Jatim dan Jateng yang jadi produsen rokok ilegal yang belum mendapatkan penindakan membuat wilayah Sulsel masih rawan jadi sasaran empuk. Sehingga potensi peredaran rokok ilegal masih ada.

“Meski telah dilakukan pemusnahan. Karena volume (jumlah yang dimusnahkan) bukan jadi ukuran, karena di sana berdekatan dengan daerah industri atau daerah penghasil rokok. Berarti rokok yang ditindak adalah yang berhasil lolos dari sana (Jatim dan Jateng),” katanya.

Menurut Parjiya keberadaan ilegal menjadi atensi. Pasalnya rokok resmi yang beredar, cukai nya kini jadi subsidi program BPJS Kesehatan.

Olehnya pihaknya meminta mata rantai distribusi yang berasal dari Jawa harus diputus agar perdaran bisa diminimalisir. (rdi)

Bagikan:
4
3
8

Komentar