Jangan Salah Paham, Pembuat Ballo Tetap Ditangkap Meski Diolah Jadi Hand Sanitizer

Sabtu, 28 November 2020 22:36

Hand Sanitizer Polres Takalar.

FAJAR.CO.ID, TAKALAR — Polres Takalar hand sanitizer terbuat dari minuman keras jenis ballo. Namun hal itu tetap tidak lengah dalam menindak para pelaku pengedar miras tradisional itu.

Pihaknya tetap menindak pelaku. Mulai dari orang yang berperan sebagai produsen, penjual, bahkan hingga orang yang mengonsumsi.

“Kalau memang ada Perda yang mengatur soal miras seperti menjual, otomatis tetap ditindaki. Itu nanti begitu (ballo hasil sitaan) kalau ada yang menjual, kita proses,” kata Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjyanto, Sabtu (28/11/2020).

Meski hasil tangkapan miras jenis ballo di Kabupaten Takalar banyak, daripada dimusnahkan, hasil sitaannya akan dialihkan ke hal yang dapat menekan penyebaran Covid-19.

Polres Takalar pun akan bekerja sama dan berkoordinasi dengan pihak terkait, soal pembuatan minuman tradisional itu menjadi hand sanitizer tanpa berbenturan dengan aturan yang berlaku.

“Kita akan kerja sama dengan pengadilan terkait sitaannya. Kita bisa gunakan itu. Daripada kita musnahkan,” tambah AKBP Beny.

“Sempat saya hubungi (Pengadilan Takalar) dan dia berkenan kita buat hand sanitizernya,” sambung perwira dua melati ini.

Sebelumnya, Polres Takalar membuat hand sanitizer yang terbuat dari bahan dasar minuman khas Sulawesi Selatan jenis Ballo.

Menurutnya, ballo yang memiliki kadar alkohol 42 persen, dinilai dapat membunuh kuman di tangan. Agar sedap di hidung, pihaknya mencampur hand sanitizer itu dengan pengharum yang sesuai selera.

Komentar