Kapten Liverpool Merasa Mereka Dirampok Wasit di Markas Brighton Akibat Penalti Telat

Sabtu, 28 November 2020 22:51

Mohamed Salah mencoba melepaskan diri dari pengawalan pemain Brighton/PA Media

FAJAR.CO.ID, BRIGHTON—Liverpool bermain imbang di markas Brighton & Hove Albion di pekan ke-10 Premier League. Hasil imbang 1-1 di Amex Stadium ini membuat kapten Liverpool, Jordan Henderson marah karena merasa timnya dicurangi dan kemenangan mereka dirampok wasit.

Henderson yang berbicara kepada BT Sport menyebut laga itu sepenuhnya milik mereka. Namun, keputusan penalti di akhir pertandingan membuat skor menjadi imbang. Ia menyebut itu keputusan yang salah.

“Itu milik kami. Seharusnya tiga poin, menurut saya. Saya telah melihat tayangan ulangnya. Siapa yang akan senang? Ini bukan pena. Rasanya seperti kita berdiri di sini setiap minggu dan mendiskusikan insiden. Saya tidak ingin mendapat masalah, tetapi bagi saya itu bukan penalti,” tegasnya dikutip dari BBC Live.

“Danny Welbeck mengatakan kepada saya bahwa itu bukan penalti. Ada empat atau lima di antara mereka yang merasa itu bukan penalti. Itu harus jelas dan jelas. Apakah itu penalti yang jelas dan jelas. Jelas wasit lebih tahu dari kami, tapi saya pikir para pemain brilian hari ini dan pantas mendapatkan tiga poin,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, babak pertama ada hal-hal yang bisa mereka tingkatkan. Sementara di babak kedua, mereka bermain bagus. Hanya saja, gol yang dianulir serta penalti menghancurkan kerja keras mereka.

“Kami memiliki beberapa gol yang dianulir karena offside. Secara keseluruhan kami harus menjadi positif dan meningkatkan performa, karena hasilnya bukan apa-apa selain kesalahan. Anda lebih suka dikalahkan dua atau tiga daripada berakhir seperti itu. Rasanya seperti dua poin diambil dari kami,” ujarnya.

Komentar